Showing posts with label alfamart. Show all posts
Showing posts with label alfamart. Show all posts

Wednesday, 8 June 2016

Membaca dan Menulis

Membaca, Membaca dan Membaca

Menulis, Menulis dan Menulis

Benar-benar hal basic yang sangat dijunjung tinggi sedari kita kecil. Kenapa ya?

Semakin beranjak dewasa kita harus semakin rajin, semakin banyak mempertanyakan akan sesuatu hal. Yaitu kenapa hal tersebut harus dilakukan. Saya sih berpikir mungkin saja ini merupakan salah satu proses pendewasaan, menanyakan kesemua hal dengan pertanyaan yang sama. Kenapa.

Ketika kecil rasa ingin tahu kita sangat tinggi, besar memang keingintahuan anak kecil. Semua celotehnya menanyakan kenapa. Pertanyaan kenapa menurut saya adalah pertanyaan yang cukup cerdas, agar kita bisa berpikir, memahami dan melakukan instrospeksi diri terhadap pertanyaan tersebut. Karena semakin dewasa rasa penasaran dan keingintahuan kita berkurang dan tergerus secara sedikit demi sedikit.

Kembali pada topic membaca dan menulis.

Kenapa diharuskan ya kedua hal tersebut.

Mengutip sebuah quote yang saya sendiri tidak tahu darimana asalnya. Membaca merupakan cara kita mengenal dunia. Sedangkan menulis merupakan cara yang sebaliknya agar dunia mengenal kita. Sangat masuk akal, itulah jawaban dari kenapa harus membaca dan menulis sedari  kecil.
Kita bisa berpikir, kita bisa memahami dan bahkan mengintrospeksi diri kita sendiri bahwa membaca dan menulis adalah hal yang harus diturunkan dari kita untuk generasi berikutnya. Sangat banyak yang bisa dituangkan dalam tulisan singkat saya ini. Saya akan membahas membaca terlebih dahulu.

.......

Waw. Membaca ya. Berat memang. Apalagi jika bahan yang kita baca berupa buku, jurnal, pelajaran dengan menggunakan bahasa yang ilmiah. Ditambah semua adalah tulisan dan tidak ada gambar. Untuk yang tidak hobi mungkin langsung mengantuk ketika satu dua halaman terlewat, atau mungkin satu dua paragraph terbaca. Namun untuk yang hobi, 50 halaman saja tidak terasa jika sudah dilahap.

Tuesday, 7 June 2016

About MT Alfamart (Management Trainee Alfamart) Part 2

Halo, sekian lama dan hampir terpisah 2 (dua) tahun. Gw akhirnya memutuskan untuk meneruskan tentang MT Alfamart Part dua.

Kita recapt dari post yang hampir dua tahun lalu adalah gw sudah lolos interview user dan akan mengikuti MCU a.k.a Medical Check Up.
Waw.

Ini for the first time loh gw ikutan MCU. Kita waktu itu, gw masih inget banget MCU nya di rumah sakit permata Cibubur. Di Cibubur. Ya iyalah ya.
Disana gw nemuin 3 orang lainnya dari tempat test yang berbeda dengan gw. Frezza. Delfa. Abduh.
Kenalan baru tuh.

Kita sudah dateng dari pagi, dan dari situ pihak rumah sakit sudah diberitahukan oleh Recruitment SAT bahwa akan ada 5 orang terpilih yang ikutan MCU. Gak lama kita disuruh naik ke lantai dua untuk test Kesehatan. Gak ribet kok. Cuman rontgen aja dan cek dokter. Lihat ada tatto or not. Tanya jawab ada penyakit bawaan atau engga. Kelar deh.

Pengumumannya lumayan cepat 3-4 hari. Bikin deg degan juga sih. Takut gak lulus di MCU kan gahwat banget. Soalnya udah di ujung mau tanda tangan kontrak.
Dan setelah hasilnya keluar. Sangat disayangkan ternyata gw ada Bibit Bronchitis men. Katanya polusi lingkungan gw banyak asap rokok. (Takor sih. Udah kayak kantin kebakaran. Hehe). Takor : Taman Korea, Kantin di Fisip UI.

Tapi itu bukan concern mereka. Bibit Bronchitis its okay. Its mean gw lulus dan berhak tanda tangan kontrak di MT Alfamart loh. Hehehe.

Tanda tangan nya tanggal 16 Oktober 2014, sedikit di undur dari yang diberitahukan sebelumnya. Disana kita dijamu, coffe break, presentasi tentang company profile lagi, chit chat, basa basi, makan siang, and the last is Tanda Tangan Kontrak.
Di kasih penjelasan per pasal dan di kasih waktu untuk join in or not. Bener bener take it or leave it. 
Semua orang yang di ruangan tanda tangan kecuali satu orang. Yang ga tanda tangan ini akan teken kontrak di batch selanjutnya.

Kita langsung bicara pada orang yang teken kontrak di hari itu, which is 18 orang terpilih di MT Alfamart Batch 35. Dengan tanggal 16 Oktober 2014 dan kelas pertama pada 20 Oktober 2014.

Wuhuu. Welcome di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

Sedikit brifing tentang kegiatan sehari-hari ketika mengikuti program, baju yang harus dibawa, lokasi kita stay dan perlengkapan lainnya.

Kita masuk mess per tanggal 19 Oktober 2014 pada hari minggu. Mess nya di Griya Kenari Mas. Semua anak MT familiar banget deh sama GKM. Hahahaha. Pokoknya dua bulan pertama in class training di jalanin disini.

Lanjut di program MT pada tahun pertama.
Dimulai dari inclass selama dua bulan. Di Head Office Alfamart di Cileungsi. Kita dapat ruangan spesial di Amplitheater lantai 3. Semua perkenalan perusahaan setiap divisinya di bahas detail disitu.

Setelah inclass 2 bulan selesai di akhir akan ada test test (semacam ulangan) yang diumumkan hasilnya diurut by rangking. Rangking cuy. Kaya sekolahan. Tapi di tahap ini baik nilai jelek atau bagus semuanya lolos. Gak ada yang di Cut. (Cut adalah dikeluarkan langsung dari Program MT karena kurang perform).

Kelar inclass, kita di tempatkan di TOKO. Ini ujung tombak perusahaan banget. Semua pendapatan dan penghasilan dari sini. Kalau ga ada toko, ya gak ada Back Office dan Divisi Support lainnya.

Untuk di Toko ada dua jabatan yaitu staff toko dan pejabat toko. Untuk Pejabat toko ada dua. Assistant Chief of Store dan Chief of Store. Pejabat toko ini yang bertanggungjawab untuk semua kegiatan di toko.

Pada penempatan di toko untuk 1 bulan pertama, kita akan di posisikan di Staff toko a.k.a Store Crew. Setelah itu di review lagi dan dipresentasikan apa yang sudah dilakukan di Toko. Nah di tahap ini ada yang akan di Cut atau tidak. Untuk MT Batch 35 Alhamdulillah pada tahap ini lolos semua. Tetap 18 orang.

Selesai di posisikan pada Store Crew, kita akan di pindahtokokan dengan naik posisi di ACOS. Disini tanggung jawab dan beban kita bertambah. Diposisi ini juga akan kita jalani selama 2 bulan. Banyak pengalaman dan ilmu yang bisa di ambil. 
The point is, jalani dengan santai setiap tahapan di toko.
Its pretty fun. :)
Tapii.. yang bikin gak fun nya sih sewaktu presentasi dan review.

Sangat disayangkan. Ditahap ini MT Batch 35 gugur sebanyak 5 orang dan hanya sisa 13 orang saja.
Perpisahan memang menyakitkan ya. Kita semua haru biru dengan berpisahnya 5 orang yang sudah lebih dari setengah tahun kita jalani bersama.

Melewati tahapan ACOS pada toko, di titik ini kita sudah santai dan mengikuti tahapan back office. Disini kita diposisikan pada departemen kebutuhan masing - masing. Ada di Merchandising, Bussines Controlling, Finance, Alfaonline, Corcomm dan Franchise.
Kita MT Batch 35 sangat jarang bertemu memasuki fase ini.

Jadi penulis akan menuliskan kegiatan pada 3 bulan pertama di Departemen baru dan 3 bulan terakhir sebelum pengumuman. Di Tahapan back office yang dibagi pada kebutuhan departemen masing-masing, kita menjalani 3 bulan pertama dan akan di review setelah 3 bulan tersebut selesai. Pada tahap ini MT Batch 35 harus kehilangan 2 orang lainnya. Perpisahan pun kembali kita hadapi namun dengan intens yang berkurang ketika perpisahan pertama ketika Review Acos.

Yang berhasil lulus dari 3 bulan pertama akan melanjutkan 3 bulan terakhir sebelum pengumuman Final MT Batch 35. Tetap di departemen yang telah kita masuki pertama kali dan tidak ada perubahan. Berjalan dengan project yang sudah kita jalani dari awal masuk departemen.

Langsung kita lanjut di hari review. Kita kehilangan 1 orang lagi pada final test ini. Sehingga MT Batch 35 hanya bertahan 10 orang dari awal 18 orang. Selesai tahap ini, kita telah diangkat menjadi karyawan tetap dan menjadi bagian kecil dari Keluarga Besar Alfamart.

Disinilah gw sekarang. Departemen Corporate Communication yang pada Oktober tahun 2016 ini nanti akan mendapatkan kembali ijazah yang sudah diberikan tepat pada oktober 2014 pada 2 tahun lalu.

Saya Kenn dari Departemen Corcomm,
senang melayani anda. :)

Friday, 13 May 2016

Strategi Pencegahan Kejahatan dengan CSR dalam Comdev (Part 1)





Sebelum membahas Strategi Pencegahan Kejahatan melalui CSR dalam Comdev, saya akan memperkenalkan sedikit bahasan (ilmu) dari Kriminologi. Ini sih ditujukan agar pembaca mempunyai sudut pandang yang sama dengan penulis, namun penulis tidak membatasi jika pembaca mempunyai sudut pandang sendiri yang lebih menarik.

Kejahatan dan Penyimpangan Sosial. Selama 4 tahun saya kuliah, pengertian kejahatan adalah suatu pola kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang oleh individu atau kelompok individu yang sifatnya merugikan masyarakat (menimbulkan kerugian materil atau non materil), dari pola kegiatan yang dilakukan secara berulang tersebut membentuk modus kejahatan. Hukuman untuk pelaku kejahatannya dapat berupa denda (sanksi) atau kurungan penjara. (Pencurian, perampokan, pembunuhan, dsb)

Kemudian Penyimpangan Sosial adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok individu yang tidak sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku di masyarakat. Sifatnya tidak merugikan masyarakat dari materil atau non materil, hanya saja berbeda / bertolak belakang dengan norma yang ada.  Hukuman bagi pelaku penyimpang sosial pun hanya berupa hukuman sosial seperti dikucilkan dari masyarakat. (Anak Jalanan, Anak Punk, dsb)

Saya akan membahas tentang kejahatan yang kebanyakan menimpa masyarakat, lembaga atau perusahaan sekalipun. Kejahatab Pencurian sangat sering terjadi dan menempati posisi teratas dalam daftar tindak kriminal yang sering terjadi di Jabodetabek (Data 2014 dikutip dari http://m.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/01/15/ni7sc7-pencurian-dominasi-kasus-kejahatan-di-jabodetabek).

Modus pencurian yang dilakukan sangat bervariasi, menjebol tembok, dari atap gendeng, membuka paksa gembok, danlainnya. Kerugian yang diterima pun bervariasi, dari raturan ribu sampai ratusan juta (Sumber Data Internal dan Detailnya bersifat Confidential). Motif dari pelakunya pun bermacam-macam juga, dari kesulitan ekonomi, bahkan sudah sifat bawaan (Klepto).

Dari paragraf pembuka diatas, garis besarnya adalah pencurian-sering-terjadi. Yang perlu di tekankan adalah, dapatkah kita mencegah pencurian tersebut. Memang kejadian pencurian adalah musibah yang bisa terjadi setiap saat tapi bukan berarti tidak dapat dihindari atau tidak dapat dicegah.

Dalam Ilmu (logos) yang mempelajari tentang kejahatan (crimen) atau kriminologi, terdapat 3 (tiga loh) sistem pencegahan kejahatan yang salah satunya dapat diterapkan melalui CSR dalam Comdev. WAW. Opini pribadi saya dalam tulisan ini adalah, sebegitu hebatnya kekuatan CSR dalam Comdev yang dapat mencegah terjadinya kejahatan. Tiga strategi pencegahan kejahatan tersebut adalah :
1. Situational Crime Prevention
2. Social Crime Prevention
3. Community Crime Prevention

OPINI saya, Community Crime Prevention sangan cocok menjadi strategi pencegahan kejahatan melalui CSR dalam Comdev. Bagaimana caranya?

Hancock dan Matthews dalam Crime, Community Safety and Toleration pada tahun 2001, inti yang saya tangkap adalah menjelaskan tentang community crime prevention yang dilakukan oleh masyarakat untuk pencegahan kejahatan dengan cara penggunaan komunitas masyarakat sekitar (warga) dalam menjaga dan mengatur lingkungan sosial masyarkat itu sendiri. Artinya pencegahan kejahatan tersebut melibatkan warga-warga setempat agar turut melindungi daerah mereka. Jadi dimana Instansi atau Perusahaan berdiri, disekitarnya pasti terdapat rumah-rumah penduduk (masyarakat), nah pada titik inilah dimana masyarakat sekitar menjadi komunitas pencegahan kejahatan. Bahkan pada kawasan industri sekalipun pasti terdapat rumah-rumah penduduk disekitarnya.

Kendalanya adalah, BAGAIMANA membuat masyarakat sekitar mendapat awareness (kesadaran) untuk menerapkan komunitas pencegahan kejahatan (siskamling, dll),  hingga turut mengawasi atau mengamankan Instansi / Perusahaan yang berada di sekitar  mereka.

To be Continued ...

CSR dan Kebaikan Agama




Terdengar familiar sudah kata CSR ditelinga kita pada era dewasa ini. Hampir semua elemen masyarakat khusus nya di Indonesia tahu akan gambaran dari CSR atau yang lebih dikenal masyarakat dengan bagi-bagi hadiah (terutama untuk masyarakat yang kurang mampu).

Mengapa masyarakat sudah mengenal CSR secara gambaran (walaupun bukan teori atau konsep) padahal mereka pun belum tentu tahu kepanjangan dari CSR itu sendiri.

CSR atau sering disebut Corporate Social Responsibility yang bahasa Indonesia nya adalah Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Kalaupun dirunut dari bahasa Indonesia diatas, sebenarnya kepada siapa sih perusahaan memberikan tanggung jawab sosial dan mengapa perusahaan harus memberikan CSR tersebut. Dari kata CSR saja sudah banyak pertanyaan dapat muncul di benak kita, mulai dari siapa target penerima CSR (beneficiary), apa syarat penerima CSR, dsb dsb.

Penulis akan mejelaskan beberapa pertanyaan diatas dan apa kaitannya dengan kebaikan Agama. Penulis bukan lahir dari sarjana komunikasi yang mendalami tentang PR, namun dari background sosial dan politik penulis dapat menghubungkan CSR dan kebaikan Agama.

Lahirnya CSR di Indonesia dimulai dari di ketoknya palu tentang Undang-Undang No. 40 pasal 74 tentang Perseroan Terbatas pada tahun 2007. Yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mewajibkan setiap perusahaan mengeluarkan CSR(Ardianto, Elvinaro & Dindin Machfudz, Efek Kedermawanan Pebisnis dan CSR). Lalu mengapa masyarakat begitu familiar dengan CSR, dari UU di ataslah banyak perusahaan berlomba-lomba memberikan CSR kepada masyarakat yang membutuhkan dan berperang citra dengan perusahaan lainnya.

Inti dari CSR adalah perusahaan untung, maka masyarakat atau komunitas di sekitar perusahaan tersebut juga mendapat keuntungan. Perusahaan besar di Indonesia sangat sering memberdayakan masyarakat sekitar dengan program khas perusahaannya. Seperti Alfamart dengan Outlet Binaan Alfamart yang memberdayakan pengusaha kecil dimana Alfamart memberikan harga grosir yang jauh lebih murah kepada member binaan Alfamart.

Contoh diataslah yang membuat CSR dikenal masyarakat dan hal ini telah dilakukan oleh puluhan bahkan ratusan perusahaan yang berdiri di tanah Garuda Indonesia.

Target penerima dan syarat penerima memang tidak ada yang aturan yang mengatur, berarti kembali lagi kepada perusahaan kepada siapa target penerima CSRnya dan apakah si penerima manfaat merasakan dampaknya.

Apakah hubungan antara CSR dan kebaikan Agama, dari beberapa buku yang penulis baca sampai saat ini belum dijelaskan CSR dan kebaikan Agama. Semua agama mengajarkan kebaikan, membagi, memberi kepada sesama dan membantu kepada sesama.

Menurut penulis, CSR pun tidak serta-merta wajib karena sudah diatur oleh Undang-Undang saja, namun sudah seharusnya karena kita manusia membantu dan berbagi dengan sesama manusia. Walaupun bentuknya perusahaan, perusahaan pun berjalan karena terdapat manusia didalamnya. Maka sudah sewajibnya membantu yang kurang mampu walaupun tidak diatur Undang-Undang.
Banyak manfaat bagi insan yang membantu sesama, maupun perusahaan yang membantu orang yang membutuhkan. Penulis ketika membagikan hadiah kepada yang memang membutuhkan dibalas oleh beneficiary dengan banyak doa-doa positif yang semoga doa tersebut di ijabah oleh Allah SWT untuk semua yang membantu. Berdasarkan pengalaman pribadi dan tanpa riset yang memadai, berikut manfaat dari CSR itu sendiri  
  1. Membantu sesama manusia yang membutuhkan, kita sebagai pemberi atau perusahaan sebagai pemberi telah menuntaskan zakat nya (dalam Islam)
  2. Dengan memberikan sebagian CSR kita mendapat doa dari penerima dan perusahaan didoakan yang positif dari penerima
  3. Tidak terjadi kesenjangan sosial antara perusahaan dan komunitas disekitarnya, sehingga komunitas disekitarnya dapat mendukung dan membantu perusahaan tersebut untuk terus maju dan berkembang
  4. Yang utama dan tidak bisa dihitung adalah mendapatkan pahala dari Allah SWT.


Benar-benar alangkah indahnya berbagi dengan sesama walaupun menggunakan laba perusahaan dan kita hanya sebagai perpanjangan tangan dari perusahaan. Jangan disepelekan walaupun kita memberikan laba perusahaan apakah kita tetap dianggap membantu? Dari opini penulis kita sebagai perpanjangan tangan tetap mendapatkan pahala. Karena CSR bukan hanya bicara tentang uang / cost yang dikeluarkan, namun juga dinilai hal yang tidak bisa di ukur dengan uang yaitu human cost dan social cost. Human cost dan social cost dibayar dari hati pemberi CSR, karena dua aspek tersebut membutuhkan seni dan konsep cara penyebaran dana CSR.

Dana CSR yang diberikan tidak akan indah jika tidak dibungkus oleh konsep pemberi CSR, dan si penerima CSR selain menerima bantuan juga menerima kasih sayang dari yang menjalankan CSR.
Maka dari itu para PR perusahaan harus memiliki Human Sense dan Sosial sense agar menyatu dengan beneficiary dan tidak hanya memberi saja. Namun harus bersifat holistic dan sustainable.
Penulis menerima banyak masukan karena penulis merupakan orang yang masih sangat awam di dunia PR dan CSR.


KEN